Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Sosial kembali digelar Program Pascasarjana Universitas Merdeka Malang pada Selasa, 28 Januari 2026. Bertempat di Auditorium Lantai 2 Gedung Pascasarjana UNMER Malang, promovendus Idris Suteja, S.E., M.M. mempresentasikan dan mempertahankan disertasinya di hadapan dewan penguji.
Sidang ini menjadi tahapan akhir setelah promovendus dinyatakan lulus pada sidang tertutup yang dilaksanakan pada 15 Januari 2026. Dalam sidang terbuka tersebut, disertasi dinyatakan diterima dan promovendus dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Dengan hasil tersebut, Idris Suteja berhak menyandang gelar Doktor Ilmu Sosial dengan konsentrasi kebijakan publik.
Disertasi yang dipertahankan berjudul Perubahan Struktur Organisasi dan Budaya Kerja di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Jaya. Studi Implikasi Kebijakan Penyetaraan Jabatan. Penelitian ini menyoroti dampak kebijakan penyetaraan jabatan terhadap perubahan struktur birokrasi dan dinamika budaya kerja aparatur di lingkungan Kementerian Agama.

Promotor Prof. Dr. Syafei Ibrahim, M.Si. mengangkat isu perubahan struktur dan budaya kerja sebagai fokus utama pembahasan. Menanggapi hal tersebut, promovendus menjelaskan bahwa kebijakan penyetaraan jabatan mendorong pergeseran hierarki birokrasi yang sebelumnya berlapis menjadi lebih fungsional. Perubahan ini memengaruhi relasi kewenangan, pola kerja, serta proses pengambilan keputusan di organisasi.
Dari sisi pemanfaatan hasil penelitian, penyanggah eksternal Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si. menanyakan kontribusi praktis bagi Kementerian Agama. Promovendus memaparkan bahwa temuan penelitian dapat digunakan sebagai dasar penyesuaian budaya kerja, terutama dalam penguatan kompetensi jabatan fungsional, kejelasan tugas, dan peningkatan kinerja aparatur di lokasi penelitian.
Penyanggah internal Prof. Dr. Agus Sholahuddin, M.S. menyoroti temuan tentang dampak kebijakan yang bersifat struktural sekaligus kultural. Kebijakan penyetaraan jabatan dinilai menghadirkan tantangan yang tidak sederhana karena berpotensi mengganggu stabilitas budaya kerja yang telah terbentuk sebelumnya. Menanggapi hal tersebut, promovendus menekankan pentingnya strategi transisi kebijakan yang berbasis data, disertai pembinaan dan komunikasi organisasi yang konsisten.

Sementara itu, Prof. Dr. Bonaventura Ngarawula, M.S. menyoroti pergeseran paradigma organisasi yang muncul dalam penelitian ini. Promovendus menjelaskan bahwa perubahan paling menonjol terlihat pada peralihan orientasi birokrasi dari dominasi struktur hierarkis menuju orientasi kepentingan publik, dengan penekanan pada kinerja dan kualitas pelayanan.
Penelitian ini menunjukkan kebaruan melalui kajian empiris yang mengaitkan kebijakan penyetaraan jabatan dengan perubahan struktur organisasi dan budaya kerja secara bersamaan. Temuan tersebut memberikan gambaran konkret tentang dinamika reformasi birokrasi di tingkat daerah, khususnya di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Aceh Jaya.
Melalui pelaksanaan sidang terbuka ini, Universitas Merdeka Malang terus memperkuat kontribusi akademiknya dalam pengembangan ilmu sosial yang responsif terhadap isu kebijakan publik dan kebutuhan nyata organisasi pemerintahan.