Malang, 7 Agustus 2026. Program Studi Doktor Ilmu Sosial Program Pascasarjana Universitas Merdeka Malang kembali menggelar Sidang Terbuka Promosi Doktor yang berlangsung di Aula Lantai 2 Gedung Pascasarjana Universitas Merdeka Malang.
Pada sidang terbuka tersebut, Arief Ramadhoni berhasil meraih gelar Doktor dalam bidang Ilmu Sosial dengan predikat Memuaskan setelah mempertahankan disertasinya yang berjudul “Dinamika Carok dalam Masyarakat Madura (Studi Kasus di Kabupaten Sampang).”

Disertasi ini mengkaji dinamika dan pergeseran praktik carok dalam masyarakat Madura dengan fokus pada perubahan motif, bentuk, serta respons berbagai aktor sosial terhadap fenomena kekerasan berbasis kehormatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis pengaruh faktor sosial, budaya, ekonomi, dan media digital terhadap transformasi praktik carok di Kabupaten Sampang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik carok mengalami perubahan seiring modernisasi dan perkembangan teknologi. Jika sebelumnya carok lebih banyak dipicu persoalan kehormatan keluarga dan diwujudkan melalui kekerasan fisik, kini konflik juga dipengaruhi oleh status sosial, kesenjangan ekonomi, serta interaksi di media sosial yang mempercepat eskalasi konflik. Generasi muda mulai memandang penyelesaian konflik melalui dialog, mediasi, dan jalur hukum sebagai alternatif yang lebih sesuai dibandingkan kekerasan.

Penelitian juga menegaskan pentingnya peran tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, dan generasi muda dalam membangun budaya damai melalui penguatan literasi digital, penyelesaian konflik secara dialogis, serta penanaman nilai kehormatan yang diwujudkan melalui integritas, prestasi, dan penghormatan terhadap hukum.
Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis perubahan makna dan praktik carok melalui perspektif lintas generasi dengan menyoroti pengaruh transformasi digital terhadap pandangan Generasi Z Madura mengenai budaya kehormatan. Disertasi ini menunjukkan bahwa carok telah mengalami pergeseran dari kekerasan fisik menuju konflik simbolik di ruang digital, tanpa menghilangkan nilai kehormatan sebagai landasan sosial masyarakat Madura.
Keberhasilan promosi doktor ini menjadi kontribusi akademik Program Studi Doktor Ilmu Sosial Universitas Merdeka Malang dalam memperkaya kajian sosiologi, budaya, resolusi konflik, serta memberikan rekomendasi bagi penguatan penyelesaian konflik berbasis dialog dan perdamaian di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital.