Malang, 18 Desember 2025 – Program Pascasarjana Universitas Merdeka Malang menggelar Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Sosial bagi Sudarsono, S.H., M.H. Sidang berlangsung di Auditorium Lantai 2 Gedung Pascasarjana. Tim penguji menetapkan promovendus lulus dengan predikat Sangat Memuaskan dan berhak menyandang gelar Doktor Ilmu Sosial dengan fokus Kebijakan Publik.
Promovendus mempertahankan disertasi berjudul Dinamika Interaksi Sosial Masyarakat Pancer dengan Perusahaan Tambang PT. Bumi Suksesindo Studi Realitas Sosial di Desa Sumberagung, Banyuwangi. Penelitian ini mengkaji relasi masyarakat dan perusahaan tambang dalam konteks sosial pedesaan.

Disertasi mengungkap empat pola dinamika sosial, yaitu kerja sama, konflik, akomodasi, dan toleransi sosial. Keempatnya berlangsung secara bersamaan dan membentuk keseimbangan sosial baru. Temuan menunjukkan hubungan masyarakat dan perusahaan berkembang melalui proses negosiasi yang dipengaruhi faktor ekonomi, budaya, dan kekuasaan.
Penelitian ini mengintegrasikan teori interaksi sosial Georg Simmel dengan kondisi empiris masyarakat terdampak industri ekstraktif. Kajian menyoroti ketimpangan informasi, polarisasi sosial, dan isu keberlanjutan lingkungan, serta faktor yang memengaruhi interaksi antara masyarakat, perusahaan, dan pemerintah.

Dalam sidang, Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.Ag. menyoroti proses terbentuknya kelompok sosial pro dan kontra dalam masyarakat sekitar tambang. Dr. Sukardi, M.Si. menilai disertasi ini relevan sebagai rujukan dalam memahami dan mengelola konflik pertambangan di wilayah lain. Dr. Yuntawati Fristin, S.Sos., M.AB. mengangkat isu potensi ketergantungan ekonomi dan sosial masyarakat terhadap perusahaan tambang. Promovendus menanggapi seluruh pertanyaan dengan merujuk pada temuan lapangan dan analisis data penelitian.
Sidang promosi doktor ini menegaskan capaian akademik promovendus dalam mengkaji dinamika sosial masyarakat pertambangan. Tim penguji menyatakan kelulusan dengan predikat Sangat Memuaskan. Disertasi ini diharapkan menjadi rujukan bagi akademisi dan pemangku kebijakan dalam merumuskan pengelolaan konflik dan hubungan sosial di kawasan tambang.