Program Pascasarjana Universitas Merdeka (UNMER) Malang kembali menggelar Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Sosial atas nama Zeni Djunaidhi pada Jumat, 12 Juni 2026, di Aula Lantai 2 Gedung Program Pascasarjana UNMER Malang. Promovendus berhasil meraih predikat sangat memuaskan dalam bidang kajian kebijakan publik setelah mempertahankan disertasi berjudul “Pengaruh Green Leadership dalam Fungsi Intelijen yang Dimediasi Budaya Organisasi untuk Meningkatkan Job Performance Komando Daerah Militer Jayakarta”.
Zeni Djunaidhi adalah prajurit TNI Angkatan Darat dengan pengalaman panjang di satuan intelijen. Lahir di Semarang pada 21 Oktober 1971, ia menyelesaikan S1 Ilmu Sosial dari Universitas Waskita Dharma Malang dan S2 Kebijakan Publik dari Universitas Pramita Indonesia Tangerang.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan organisasi militer untuk mengembangkan model kepemimpinan yang adaptif, beretika, dan berorientasi keberlanjutan. Sebagaimana tertuang dalam ringkasannya, “kompleksitas ancaman, dinamika teknologi informasi serta tuntutan profesionalisme personel menuntut pendekatan kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada kualitas proses dan penguatan budaya organisasi.”

Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan Structural Equation Modeling (SEM), penelitian melibatkan personel pimpinan, staf, dan operasional di Kodam Jaya, serta diperkuat FGD dan wawancara. Hasilnya membuktikan bahwa Green Leadership berpengaruh signifikan terhadap Budaya Organisasi dan Job Performance. Budaya Organisasi terbukti berperan sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan keduanya.
Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi konseptual Green Leadership, Fungsi Intelijen, Budaya Organisasi, dan Job Performance dalam konteks militer, menghasilkan Intelligence Military Leadership Model (IMLM). Penelitian ini memperluas kajian kepemimpinan dengan prinsip keberlanjutan dan adaptasi strategis.

Dengan diraihnya gelar doktor oleh Zeni Djunaidhi, UNMER Malang kembali melahirkan akademisi sekaligus praktisi militer yang mampu mengintegrasikan konsep kepemimpinan modern dengan kebutuhan nyata organisasi pertahanan. Penelitiannya memberikan kontribusi penting bagi pengembangan sumber daya manusia intelijen yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga berlandaskan etika, keberlanjutan, dan budaya organisasi yang kuat.