MALANG – Syamsu Rial resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Sosial setelah mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor yang digelar di Aula Lantai 2 Gedung Pascasarjana Universitas Merdeka Malang, Selasa, 20 Januari 2026. Disertasi yang mengangkat tema “Kolaborasi Pemerintahan Desa, Swasta dan BUMDes dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Desa Sungai Payang, Kutai Kartanegara” dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.
Prosesi sidang ini merupakan tahap akhir setelah sebelumnya promovendus menjalani ujian tertutup pada 13 Desember 2025. Dalam sidang terbuka yang dipimpin oleh tim promotor dan dihadiri sivitas akademika, Syamsu Rial memaparkan temuan penelitiannya bahwa kolaborasi strategis antara pemerintah desa, sektor swasta, dan BUMDes Payang Sejahtera berhasil mendorong transformasi ekonomi lokal.

Salah satu penyanggah, Siti Aisyah, M.Si., mengapresiasi kebaharuan penelitian yang berhasil melengkapi teori Collaborative Governance Ansell & Gash dengan memasukkan dimensi relasional dan kultural sebagai faktor penentu keberhasilan kolaborasi, di samping aspek formal kelembagaan.
Promotor, Syafe’i Ibrahim, menekankan pentingnya temuan ini dengan pertanyaan kritis: “Apa manfaat konkret yang diterima masing-masing pihak pemerintah, BUMDes, dan masyarakat dari kolaborasi ini?” Syamsu Rial menjawab dengan data empiris: peningkatan PAD desa, omzet BUMDES mencapai miliaran rupiah, penurunan drastis penerima BLT dari 120 menjadi 12 orang, serta terbukanya lapangan kerja dengan penghasilan rata-rata Rp3,5 hingga 4 juta per bulan bagi warga.

Syamsu Rial, yang seharihari menjabat sebagai Kepala SDM Yayasan UP45 Yogyakarta, membuktikan bahwa integrasi antara pengalaman praktis dan rigor akademik dapat menghasilkan kontribusi ilmiah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Disertasinya tidak hanya memberikan sumbangan teoritis, tetapi juga model operasional yang dapat direplikasi di desadesa lain, khususnya di kawasan lingkar industri dan pertambangan.
Dengan diraihnya gelar doktor ini, Syamsu Rial menambah deretan akademisi yang berkomitmen mendorong pemberdayaan ekonomi desa melalui tata kelola kolaboratif yang inklusif dan berkelanjutan.