Malang – Program Studi Magister Arsitektur, Program Pascasarjana Universitas Merdeka (UNMER) Malang, pada Jumat (21/2/2025) menggelar kuliah tamu bertajuk “Climatic Responsive Design in Tropical Condition” yang menghadirkan narasumber internasional, Prof. Ts. Dr. Mohd. Hamdan Ahmad dari Universiti Teknologi Malaysia. Kegiatan ini menjadi forum akademis penting yang memadukan teori, riset, dan praktik desain arsitektur berkelanjutan di wilayah tropis.
Dalam paparan materinya, Prof. Hamdan menekankan bahwa iklim tropis—dengan suhu tinggi, kelembapan tinggi, curah hujan besar, dan pergerakan angin yang relatif rendah—memerlukan strategi desain yang spesifik agar bangunan dapat memberikan kenyamanan termal tanpa bergantung berlebihan pada energi buatan. Ia memaparkan prinsip “The Must” dalam desain tropis, seperti pencegahan paparan langsung sinar matahari, pemanfaatan cahaya alami secara maksimal, ventilasi alami yang efektif, serta integrasi ruang luar-dalam untuk mengoptimalkan sirkulasi udara.
Selain membedah prinsip desain atap, dinding, lantai, dan elemen lanskap yang responsif terhadap iklim, Prof. Hamdan juga menyoroti tantangan unik pada bangunan bertingkat tinggi. Menurutnya, perancangan fasad yang tepat, pemanfaatan teknologi peneduh, dan pengembangan material inovatif menjadi kunci untuk mempertahankan karakter tropis sekaligus meningkatkan efisiensi energi.
Kuliah tamu ini turut menampilkan studi kasus penerapan desain responsif iklim di berbagai proyek, mulai dari perumahan rendah hingga gedung bertingkat, termasuk prototipe Door House yang dirancang untuk memaksimalkan ventilasi alami. Melalui pemahaman yang komprehensif ini, mahasiswa diharapkan mampu merancang bangunan yang tidak hanya estetis, tetapi juga ramah lingkungan dan selaras dengan konteks iklim setempat.
Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan Implementation Agreement antara UNMER Malang dan Universiti Teknologi Malaysia, sebagai langkah strategis memperkuat kerja sama akademik internasional di bidang arsitektur berkelanjutan.