Malang – Program Pascasarjana UNMER Malang menggelar Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Sosial atas nama promovendus Mi’raj Al Abshori pada Selasa, 28 Januari 2026. Kegiatan berlangsung di Auditorium Lantai 2 Gedung Pascasarjana Universitas Merdeka Malang.

Sidang terbuka ini dilaksanakan setelah promovendus dinyatakan lulus pada sidang tertutup yang digelar pada 14 Januari 2026. Melalui sidang terbuka, dewan penguji mempertimbangkan pemberian gelar Doktor dalam bidang sosial dan budaya.

Dalam sidang tersebut, Mi’raj Al Abshori mempertahankan disertasi berjudul Peran Perempuan Pesisir Madura di Ranah Publik. Studi Sosiologis pada Rumah Tangga di Desa Baranta, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan. Disertasi ini mengkaji peran perempuan pesisir dalam ranah ekonomi, sosial, budaya, pendidikan keagamaan, dan politik nonformal.

Promotor menyoroti kejelasan konsep peran perempuan dalam penelitian. Promovendus menjelaskan bahwa riset ini berangkat dari paradigma bahwa perempuan pesisir tidak hanya menjalankan peran domestik. Perempuan juga memiliki peran aktif dan strategis di ruang publik, terutama saat laki-laki melaut dalam jangka waktu lama.

Penyanggah eksternal Prof. Dr. Dra. Hj. Binti Maunah, M.Pd.I. menanyakan keunikan penelitian. Promovendus memaparkan temuan tentang desa pesisir di Madura yang peran publiknya justru didominasi perempuan. Kondisi ini berbeda dengan wilayah pesisir lain, karena perempuan mengambil alih aktivitas sosial dan ekonomi saat suami bekerja di laut selama berhari-hari.

Penyanggah eksternal dari UIN Tulungagung menyoroti kelebihan, keterbatasan, serta rekomendasi penelitian. Promovendus menyampaikan bahwa penelitian masih terbatas pada peran sosial, ekonomi, budaya, pendidikan keagamaan, dan politik nonformal. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk mengkaji peran publik perempuan di sektor yang lebih spesifik, seperti politik formal.

Disertasi ini juga menyandingkan temuan lapangan dengan teori peran, gender, dan konstruksi sosial.

Penyanggah internal Prof. Dr. Bonaventura Ngarawula, M.S. mempertanyakan alasan pemilihan perempuan pesisir Madura dibandingkan nonpesisir. Promovendus menjelaskan adanya perbedaan budaya dan pola peran publik yang mencolok antara perempuan pesisir dan nonpesisir. Aktivitas melaut yang membuat laki-laki sering tidak berada di rumah menjadi faktor utama munculnya dominasi peran publik perempuan di wilayah pesisir.

Melalui sidang terbuka ini, UNMER Malang menegaskan komitmennya dalam mengembangkan kajian ilmu sosial yang kontekstual dan berbasis realitas lokal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan publik yang lebih sensitif gender dan relevan dengan budaya masyarakat pesisir.