Ricky Mambrasar meraih predikat Sangat Memuaskan dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Sosial Universitas Merdeka Malang pada Rabu, 29 April 2026 dengan konsentrasi sosial budaya. Sidang yang berlangsung di Ruang Auditorium Gedung Pascasarjana ini merupakan tahap akhir setelah promovendus dinyatakan lulus dalam Sidang Tertutup pada 24 Januari 2026.

Mengusung disertasi berjudul Dampak Kehadiran Perusahaan Bagi Masyarakat (Studi Sosiologis Kritis pada British Petroleum LNG Tangguh di Kampung Tofoi, Papua Barat), penelitian ini mengungkap ketimpangan struktural yang tersembunyi di balik kehadiran korporasi multinasional di wilayah adat. Di hadapan penguji, Ricky menyatakan motivasinya lahir dari pengamatan langsung di lapangan. Ia melihat ketimpangan ekonomi, ekologis, relasi kekuasaan, dan diskriminasi antara orang luar dan orang asli yang mendorongnya untuk meneliti.

Penelitian ini menemukan lima dampak utama. Pertama, perubahan struktur sosial dari komunal menjadi hierarkis. Kedua, ketimpangan ekonomi dan ketergantungan struktural masyarakat lokal. Ketiga, degradasi lingkungan yang memiliki makna kultural bagi identitas masyarakat adat. Keempat, asimetri relasi kekuasaan akibat dominasi perusahaan dan negara. Kelima, konflik laten akibat distribusi manfaat yang tidak merata.

Kebaruan penelitian terletak pada pemosisian perusahaan migas global sebagai aktor hegemonik yang membentuk ulang relasi sosial, ekonomi, budaya, dan ekologis masyarakat adat. Penelitian ini juga mengkritik paradigma CSR yang selama ini dianggap sebagai solusi, dengan menunjukkan bahwa strategi adaptasi masyarakat lebih merupakan upaya bertahan dalam struktur timpang daripada pemberdayaan transformatif.

Ricky Mambrasar lahir di Waren, 4 April 1990. Selain sebagai akademisi, ia memiliki pengalaman praktis sebagai Project Leader Stevedoring di BP LNG Tangguh Bintuni, kemudian Kepala Cabang PT Samudera Indonesia Timika, dan Marine Inspector PT Pertamina. Pengalaman sebagai orang dalam ini memberinya perspektif unik untuk mengkritisi industri yang pernah digelutinya. Sidang terbuka dihadiri keluarga, rekan, dan kolega. Universitas Merdeka Malang melahirkan doktor baru yang diharapkan berkontribusi pada pengembangan ilmu sosial berkeadilan, khususnya bagi masyarakat adat di Indonesia Timur.